Ayip Syariffudin Bantah,Buku Terbitannya Ajarkan Radikalisme
Beritaplatmerah.com-Solo-Penyunting
buku bacaan Anak Islam Suka Membaca anat bicara terkait laporan salah
satu ormas di Jakarta yang menyebutkan bahwa buku itu menyebar paham
terorisme.
Penyunting buku karangan Nurani
Musta’in tersebut memastikan tidak ada niat untuk memasukkan paham
radikalisme di dalam buku bacaan yang sudah beredar di sejumlah daerah
di Indonesia itu.
Ayip Syariffudin, suami Nurani
Musta’in, menjelaskan, mereka hanya ingin mengajarkan pola bacaan
monoftong dan huruf vokal secara berdampingan.
Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan anak didik membaca huruf per huruf, serta mengenal perbedaannya.
Walau demikian, Ayip berterima kasih
atas masukan dan revisi terhadap buku yang diterbitkan oleh Pustaka
Amanah, di Solo, tersebut.
“Saran dan masukan berbagai pihak akan
menjadi bahan revisi kami. Tidak ada maksud dari kami untuk menyampaikan
paham radikalisme,” katanya kepada sejumlah wartawan di rumahnya, di
Jalan Banaran, Pabelan, Sukoharjo, Kamis (21/1/2016).
Ayip dan istrinya, Nurani, menjelaskan bahwa buku itu sudah beredar sejak tahun 1999 di sejumlah daerah di Indonesia.
Keduanya meyakini, di dalam buku tersebut tidak ada paham radikalisme karena mereka menentang segala tindakan radikal.
Ayip juga menjelaskan bahwa salah satu isi buku ditujukan untuk mengenalkan suku kata “ai” kepada anak anak.
Untuk itu, susunan kata-kata yang dipilih adalah “selesai”, “raih”, “bantai”, dan “kiai”.
Menurut Ayip, susunan kata tersebut bukanlah kalimat karena ada penggalannya.
“Kata-kata tersebut sudah lama dikenal istri saya, dan mungkin kami memahami, saat ini, kata-kata tersebut sensitif,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gerakan Pemuda Ansor memprotes peredaran buku membaca untuk anak-anak TK yang dianggap mengarah pada penyebaran benih radikalisme.
Dari temuan GP Ansor, di buku terdapat
kalimat-kalimat “Gegana ada dimana”, “Bahaya sabotase”, “Cari lokasi di
Kota Bekasi”, “Gelora Hati ke Saudi”, “Sahid di Medan Jihad”, dan
“Selesai Raih Bantai Kiai”.
Sumber.Tribun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar