Minggu, 24 Januari 2016

Pemalang Pecahkan Rekor MURI Penabuh Rebana Terbanyak

Beritaplatmerah.com-Pemalang – Sabtu(23/01) masih dalam rankaian HUT Pemalang Ke-441 tidak kurang dari 10.505 peserta penabuh rebana memadati alun-alun kabupaten Pemalang. Tabuh rebana yang dipersiapkan untuk memecahkan rekor MURI dihadiri oleh Bupati Pemalang HM. Junaedi SH, MM didampingi Sekda Drs. Budhi Rahardjo, MM, Forkopimda  dan SKPD kabupaten Pemalang.
Tabuh rebana masal dimulai pukul 15.00 dengan diawali dengan pemukulan bedug oleh Bupati Pemalang, sedangkan pesertanya adalah  ibu-ibu Dharma Wanita, kelompok rebana, siswa SMP, SMA dan elemen lainnya.
Sebagai pioner tabuh rebana secara masal adalah satu group rebana yang yang ditempatkan di di atas panggung sedangkan masyarakat dan peserta lainnya mengikuti lagu yang dibawakan dengan menabuh rabana mereka membawakan 6 lagu faforit yaitu Assalamu’alaikum, Tibbil Qulub, Ya Rasulullah, Dhahanraddin, Padang Bulan dan Turi Putih.
Selesai pertunjukan tabuh rebana masal  Aryani Siregar, mewakili Jaya Suprana Ketua MURI yang berhalangan hadir menyampaikan,” sebelum Kabupaten Pemalang pernah memeroleh penghargaan dari MURI dalam acara Ngebeg Bareng, Bakar Bandeng Bersama dan Kali ini satu hari menjelang HUT ke 441 kabupaten Pemalang dengan pagelaran rampak rebana tercatat 10.505 (sepuluh ribu lima ratus lima) peserta menabuh rebana juga berhasil memecahk rekor MURI juga, sehingga aksi tersebut akan di catat di Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan nomor urut Rekor ke 7.999,”paparnya.
Dan selanjutnya Piagam penghargaan diserahkan kepada Bupati Pemalang, Sekda Drs. Budhi Raharjo, dan dinas Pariwisata Sebagai Paniti Pendukung( Timplatmerah:Joko Longkeyang/Risza/M. Arifin)

Jumat, 22 Januari 2016

Amin Rais Akan Kumpulkan Kekuatan Untuk Hadang Jokowi


 
JAKARTA – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais mengimbau kepada seluruh organisasi massa Islam untuk memiliki kekuatan dalam menghadapi gejolak yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. “Meski Pak Jokowi didukung kekuatan “siluman” kaya apa pun, tapi kita punya kekuatan, nanti kita urai kekuatan itu. Kemudian juga bulan Ramadan ini siapa tahu bisa jadi momentum mengumpulkan umat Islam Indonesia. Kalau BIN (Badan Intelijen Nasional) curiga, BIN-nya kita suruh ikut,” ungkap Amien di kediaman Akbar Tanjung, Jumat (19/6/2015). Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyampaikan harapannya kepada seluruh umat Islam untuk dapat memikirkan masa depan Indonesia. Hal itu dikarenakan Presiden Jokowi hingga saat ini belum membenahi Indonesia secara utuh sebagaimana yang telah dikampanyekannya saat Pilpres yang lalu. “Untuk menyetop negara kita ke arah yang lebih gawat lagi, kita harus mengoneksikan lingkaran-lingkaran (Ormas Islam) seperti KAHMI, HMI, ICMI, MUI, partai bernuansa Islam, serta teman-teman yang berkomitmen terhadap agama Allah,” bebernya. Ratas Terbatas Bahas Persiapan Lebaran Menurutnya, pemerintahan Jokowi yang hampir satu tahun ini belum mampu membenahi permasalahan Indonesia. Dengan bersatunya kekuatan umat Islam di Indonesia, permasalahan ekonomi, politik dan sosial terbantukan dengan ide dan gagasan mereka. “Saya usulkan, bagaimana pelan-pelan kita mulai koneksikan lingkaran-lingkaran tadi. Bang Akbar dengan KAHMI-nya bisa membuat peta yang cukup tajam mengenai keadaan sekarang, lalu HMI, ICMI, MUI yang juga gabungan intelektual, kita bisa duduk bersama bicara,” tutup Amien Rais. (fmi)

Kamis, 21 Januari 2016

Ayip Syariffudin Bantah,Buku Terbitannya Ajarkan Radikalisme

Beritaplatmerah.com-Solo-Penyunting buku bacaan Anak Islam Suka Membaca anat bicara terkait laporan salah satu ormas di Jakarta yang menyebutkan bahwa buku itu menyebar paham terorisme.

Penyunting buku karangan Nurani Musta’in tersebut memastikan tidak ada niat untuk memasukkan paham radikalisme di dalam buku bacaan yang sudah beredar di sejumlah daerah di Indonesia itu.

Ayip Syariffudin, suami Nurani Musta’in, menjelaskan, mereka hanya ingin mengajarkan pola bacaan monoftong dan huruf vokal secara berdampingan.

Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan anak didik membaca huruf per huruf, serta mengenal perbedaannya.


Walau demikian, Ayip berterima kasih atas masukan dan revisi terhadap buku yang diterbitkan oleh Pustaka Amanah, di Solo, tersebut.

“Saran dan masukan berbagai pihak akan menjadi bahan revisi kami. Tidak ada maksud dari kami untuk menyampaikan paham radikalisme,” katanya kepada sejumlah wartawan di rumahnya, di Jalan Banaran, Pabelan, Sukoharjo, Kamis (21/1/2016).

Ayip dan istrinya, Nurani, menjelaskan bahwa buku itu sudah beredar sejak tahun 1999 di sejumlah daerah di Indonesia.

Keduanya meyakini, di dalam buku tersebut tidak ada paham radikalisme karena mereka menentang segala tindakan radikal.

Ayip juga menjelaskan bahwa salah satu isi buku ditujukan untuk mengenalkan suku kata “ai” kepada anak anak.

Untuk itu, susunan kata-kata yang dipilih adalah “selesai”, “raih”, “bantai”, dan “kiai”.

Menurut Ayip, susunan kata tersebut bukanlah kalimat karena ada penggalannya.

“Kata-kata tersebut sudah lama dikenal istri saya, dan mungkin kami memahami, saat ini, kata-kata tersebut sensitif,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gerakan Pemuda Ansor memprotes peredaran buku membaca untuk anak-anak TK yang dianggap mengarah pada penyebaran benih radikalisme.

Dari temuan GP Ansor, di buku terdapat kalimat-kalimat “Gegana ada dimana”, “Bahaya sabotase”, “Cari lokasi di Kota Bekasi”, “Gelora Hati ke Saudi”, “Sahid di Medan Jihad”, dan “Selesai Raih Bantai Kiai”.

Sumber.Tribun

BABAK AKHIR DRAMA PILKADA PEMALANG

BABAK AKHIR DRAMA PILKADA PEMALANG: Beritaplatmerah.comPemalang- Perselisihan Hasil Pemilihan Pilkada kabupaten Pemalang sudah memasuki babak terakhir. Perselisihan Hasil Pemilihan yang diajukan

ke Mahkamah Konstitusi oleh kedua
paslon Mukhammad Arifin-Romi Indiarto dan Mukti Agung Wibowo-Affifudin
telah memasuki babak terakhir.

Setelah melewati sidang pendahuluan dan sidang kedua mendengarkan
jawaban termohon, keterangan pihak terkait dan pengesahan alat bukti.
Pada tanggal 18 Januari 2016 majelis hakim Mahkamah Konstitusi yang di
ketuai Arief Hidayat,  memutus perkara 138/PHP.BUP-XIV/2016, dengan
pemohon Mukhammad Arifin-Romi Indiarto, dengan keputusan

1. Mengabulkan eksepsi termohon dan eksepsi pihak terkait mengenai tenggang waktu pengajuan permohonan.

2. Permohonan pemohon tidak dapat diterima.

Sedangkan sidang perkara nomor 61/PHP.BUP-XIV/2016 dengan pemohon Mukti
Agung Wibowo-Affifudin, rencananya baru akan diputuskan pada persidangan
25 Januari 2016.

Menurut salah satu kuasa hukum pihak terkait, Alif Hijrah Saputra. Pihak
termohon dan pihak terkait yakin bahwa perkara nomor
61/PHP.BUP-XIV/2016 akan ditolak permohonan oleh majelis hakim. Hal ini
didasari oleh pendapat dan pertimbangan majlis hakim dalam sidang Kamis
21 Januari 2015 dalam ikhtisar putusannya menolak seluruh permohonan
yang tidak memenuhi pasal 158 UU 8 / 2015 tentang selisih ambang batas
prosentase.

(Sarwo Edy)

beritaplatmerah.com

cek website kami di www.beritaplatmerah.com

Beritaplatmerah.com

Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan ,memimpin langsung opersi gabungan  yang digelar di wilayah Rancaekek tepatnya dibundaran cipacing Kab bandung.Operasi yang berlangsung senin siang 18/01/2016 melibatkan personil tidak kurang dari seratus orang tersebut  bertujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisir tindak kriminal dan sekaligus  antisipasi teroris  yang diduga sel-selnya masih ada di wilayah kab Bandung.

Kapolres mengatakan saat ini masih dalam siaga satu sehubungan dengan adanya aksi teror yang terjadi belakangan ini  Jakarta, setelah kejadian tersebut Bapak kapolri memerintahkan seluruh jajaran kepolisian diseluruh Indonesia untuk itu,saya selaku Kapolres Bandung punya tanggung jawab untuk mengamankan wilayah kab bandung.

 Ada beberapa titik pintu masuk Kab Bandung yang kita antisipasi antara lain, under pass Kopo,under pass Moh Toha,under pass Buah Batu,Bundaran Rancaekek,Jalan Majalaya.

Untuk itu kita akan terus melakukan rajia-rajia  sampai betul-betul situasi kondusif dan masyarakyat merasa nyaman untuk beraktifitas.

Dalam operasi tersebut petugas berhasil menjaring puluhan kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat.

(Aston/santi)